![]() |
| Bisnis Data Center Toto Sugiri Melonjak, Pendapatan DCI Indonesia Tembus Rp2,5 Triliun pada 2025 |
LAMONGANTERKINI.ID — Perkembangan industri bisnis pusat data di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Salah satu pemain besar di sektor ini, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) milik Otto Toto Sugiri, mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang 2025 dengan peningkatan pendapatan yang mencapai puluhan persen.
Perusahaan yang bergerak di bidang layanan data center tersebut berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp2,5 triliun pada 2025. Angka itu mengalami kenaikan 40,1 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka Rp1,8 triliun.
Pertumbuhan bisnis data center Toto Sugiri ini menjadi perhatian seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital. Lonjakan permintaan layanan penyimpanan dan pengelolaan data ikut mendorong performa perusahaan sepanjang tahun berjalan.
Pendapatan DCI Indonesia ditopang pusat data baru JK6
Direktur Keuangan DCI Indonesia, Evelyn, menyampaikan bahwa peningkatan pendapatan perusahaan tidak lepas dari mulai beroperasinya fasilitas pusat data baru JK6 pada 2025.
Selain kontribusi dari gedung pusat data tersebut, pertumbuhan bisnis juga didukung oleh ekspansi yang dilakukan bersama pelanggan lama maupun pelanggan baru.
“Peningkatan pendapatan ini merefleksikan kontribusi dari gedung pusat data JK6 yang baru mulai beroperasi pada tahun 2025, serta didukung juga oleh pertumbuhan ekspansi bisnis pelanggan, baik dari pelanggan eksisting maupun pelanggan baru,” ujar Evelyn dikutip dari Antara, Selasa, 31 Maret 2026.
Dengan adanya tambahan kapasitas melalui JK6, DCI Indonesia mampu memperluas cakupan operasional sekaligus memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Kinerja positif tersebut menunjukkan bahwa sektor pusat data masih menjadi salah satu industri yang memiliki prospek kuat di tengah percepatan transformasi digital.
Laba bersih DCI ikut mengalami kenaikan
Tidak hanya dari sisi pendapatan, perusahaan juga mencatatkan peningkatan pada sejumlah indikator keuangan lainnya. Laba bersih DCI Indonesia pada 2025 tercatat tumbuh 25,7 persen menjadi Rp1 triliun.
Sementara itu, EBITDA perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 31 persen menjadi Rp1,5 triliun.
Menurut Evelyn, pencapaian tersebut menggambarkan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan kapasitas sekaligus memperbesar skala bisnis secara terarah.
“Pencapaian ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam mengembangkan kapasitas dan memperluas skala operasional secara disiplin dan berkelanjutan,” tambah Evelyn.
Pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari tren positif yang dijaga DCI Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan mampu mempertahankan performa bisnisnya di tengah meningkatnya kebutuhan layanan pusat data nasional.
Pertumbuhan konsisten dalam lima tahun terakhir
Dalam catatan kinerja selama lima tahun terakhir, DCI Indonesia terus mencatat pertumbuhan yang stabil. Sejak 2021, pendapatan perusahaan tumbuh rata-rata atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 30,7 persen.
Selain pendapatan, EBITDA juga mengalami pertumbuhan rata-rata 28,7 persen. Sementara itu, laba bersih perusahaan mencatat pertumbuhan hingga 40 persen dalam periode yang sama.
Performa tersebut memperkuat posisi DCI Indonesia sebagai salah satu perusahaan yang memimpin pasar industri pusat data di Indonesia.
Dari sisi neraca keuangan, total aset perusahaan meningkat menjadi Rp6,6 triliun. Nilai tersebut mencerminkan pertumbuhan rata-rata sebesar 22,1 persen sejak 2021.
Sementara itu, liabilitas tercatat mencapai Rp2,6 triliun dengan pertumbuhan rata-rata 10,4 persen. Adapun jumlah ekuitas perusahaan berada di angka Rp4 triliun seiring dengan peningkatan laba yang berhasil dicatatkan.
DCI siapkan investasi untuk perluasan kapasitas
Evelyn mengatakan bahwa kondisi keuangan tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan untuk melanjutkan strategi investasi, terutama dalam pembangunan dan pengembangan fasilitas pusat data.
“Posisi ini menunjukkan komitmen kami untuk terus melakukan perluasan investasi gedung pusat data dalam rangka memenuhi permintaan pasar,” beber Evelyn.
Ke depan, DCI Indonesia berencana melanjutkan investasi secara bertahap guna memperkuat kapasitas serta menjaga keandalan layanan operasional.
Perusahaan melihat kebutuhan terhadap infrastruktur digital masih akan terus meningkat, sehingga pengembangan kapasitas pusat data menjadi salah satu fokus utama.
Untuk 2026, realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) disebut telah berjalan sesuai rencana. Dana tersebut akan diarahkan untuk mendukung ekspansi kapasitas pusat data.
“Ke depannya, investasi akan terus kami lakukan secara disiplin untuk mempertahankan posisi kami sebagai pemimpin pasar,” pungkas Evelyn.
Kinerja bisnis data center Toto Sugiri melalui DCI Indonesia yang terus meningkat menunjukkan kuatnya peluang industri pusat data di Indonesia. Dengan ekspansi fasilitas dan peningkatan permintaan layanan digital, perusahaan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.


