![]() |
| OnePlus Tegaskan Tak Akan Tutup, CEO India Klarifikasi Isu yang Beredar |
LAMONGANTERKINI.ID — OnePlus akhirnya angkat bicara menanggapi isu yang menyebut perusahaan tersebut akan segera menutup bisnisnya. Brand ponsel pintar yang berada di bawah naungan Oppo itu menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan operasional perusahaan masih berjalan normal.
Isu penutupan OnePlus mencuat setelah sejumlah laporan analisis menyebutkan performa perusahaan terus melemah dalam beberapa tahun terakhir. Empat firma analisis independen dikabarkan menjadi dasar kesimpulan tersebut, dengan indikator utama berupa penurunan pangsa pasar, penutupan kantor di berbagai negara, serta berakhirnya beberapa kerja sama strategis.
Berdasarkan data tersebut, media teknologi Android Headlines bahkan menilai OnePlus berada di ambang kehancuran. Namun, anggapan itu langsung dibantah oleh manajemen OnePlus.
CEO OnePlus India beri klarifikasi resmi
CEO OnePlus India, Robin Liu, dengan tegas menyatakan bahwa laporan mengenai penutupan OnePlus tidak memiliki dasar yang kuat. Ia menilai informasi yang beredar belum diverifikasi dan berpotensi menyesatkan publik.
“Laporan yang belum terverifikasi baru-baru ini yang mengklaim OnePlus akan tutup adalah salah. Operasi bisnis OnePlus India terus berjalan seperti biasa. Kami mendesak semua pemangku kepentingan untuk memverifikasi informasi dari sumber resmi sebelum menyebarkan klaim yang tidak berdasar,” kata Robin Liu dalam unggahannya di media sosial X, sebagaimana dilansir GSM Arena.
Pernyataan tersebut sekaligus ditujukan untuk menenangkan berbagai pihak, mulai dari penggemar, karyawan, hingga pemegang saham yang sempat khawatir dengan masa depan OnePlus.
Penurunan pasar jadi sorotan
Di sisi lain, laporan menyebutkan bahwa penjualan ponsel OnePlus saat ini terkonsentrasi di dua pasar utama, yakni China dan India. Sayangnya, kedua wilayah tersebut sama-sama mengalami penurunan permintaan yang cukup signifikan.
Kondisi ini membuat isu terkait melemahnya OnePlus tidak sepenuhnya bisa diabaikan. Penurunan kinerja yang terjadi dinilai sebagai tantangan serius, meski perusahaan membantah akan menghentikan operasionalnya.
Dukungan Oppo jadi faktor penting
Sebagai sub-brand Oppo, OnePlus masih memiliki sokongan dari perusahaan induknya. Beberapa tahun lalu, Oppo diketahui telah mengucurkan dana sekitar USD 14 miliar untuk menopang bisnis OnePlus agar tetap bertahan dan berkembang.
Faktor ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak pihak menilai OnePlus masih memiliki peluang untuk bangkit, meski tengah menghadapi tekanan pasar dan persaingan ketat di industri smartphone global.
Dengan klarifikasi resmi dari manajemen, OnePlus berharap spekulasi terkait penutupan perusahaan dapat segera mereda dan publik lebih selektif dalam menerima informasi yang beredar.


