![]() |
| Peluncuran donasi digital QRIS Salam-Q Genting oleh Pemkab Lamongan untuk mendukung percepatan pencegahan stunting melalui partisipasi masyarakat. (Dok. Ist) |
LAMONGANTERKINI.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan resmi memperkenalkan sistem donasi digital berbasis QRIS melalui Program Salam-Q Genting sebagai upaya mempercepat pencegahan stunting. Inovasi tersebut diluncurkan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional 2026.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan nasional. Karena itu, pencegahan stunting dinilai sebagai langkah penting untuk menyiapkan generasi yang sehat, tangguh, dan memiliki daya saing.
"Mari kita terus bergandeng tangan dan berkomitmen bersama untuk kesejahteraan serta kejayaan Lamongan yang berkelanjutan. Hari ini kami meluncurkan Salam-Q Genting untuk masyarakat," ucapnya usai peluncuran inovasi lanjutan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Lamongan, Kamis.
Salam-Q Genting manfaatkan QRIS
Salam-Q Genting merupakan kependekan dari Sedekah Amal QRIS Lamongan untuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Program ini memanfaatkan sistem pembayaran digital QRIS agar masyarakat lebih mudah menyalurkan bantuan bagi keluarga yang membutuhkan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kabupaten Lamongan, dr. Aini Mas'idha, menjelaskan bahwa sebelumnya penyaluran bantuan dalam Program Genting dilakukan melalui mekanisme transfer.
Menurutnya, penggunaan QRIS memberikan kemudahan karena masyarakat dapat berdonasi secara praktis tanpa dibatasi nominal tertentu. Skema tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mendukung keluarga yang berisiko mengalami stunting.
"QRIS akan kami sebarluaskan sebagai bentuk keberlanjutan dan inovasi agar penyaluran bantuan kepada keluarga berisiko stunting dapat berlangsung lebih cepat dan mudah," katanya.
Melalui digitalisasi sistem donasi ini, Pemkab Lamongan berharap kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan semakin kuat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Lamongan.


