Gfz7GUM9Tpr6BUdoTSr6TUr8BY==

Saham Tesla Menguat Berkat Lonjakan Penjualan Mobil, Tapi Robotaxi dan AI Masih Jadi Penentu Valuasi

Saham Tesla Menguat Berkat Lonjakan Penjualan Mobil, Tapi Robotaxi dan AI Masih Jadi Penentu Valuasi
Saham Tesla Menguat Berkat Lonjakan Penjualan Mobil, Tapi Robotaxi dan AI Masih Jadi Penentu Valuasi

LAMONGANTERKINI.ID — Performa bisnis otomotif Tesla menunjukkan tren yang lebih baik pada kuartal kedua tahun ini. Kenaikan pengiriman kendaraan dinilai mampu memperkuat laba dalam jangka pendek sekaligus menopang kebutuhan pendanaan perusahaan untuk mempercepat pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Meski demikian, analis dari Morgan Stanley dan Barclays menilai prospek jangka panjang saham Tesla masih lebih banyak ditentukan oleh perkembangan Robotaxi, Full Self-Driving (FSD), dan robot humanoid Optimus dibandingkan bisnis mobil konvensional.

Pengiriman kendaraan melampaui ekspektasi

Tesla mencatat pengiriman sebanyak 480.126 unit kendaraan sepanjang kuartal kedua. Jumlah tersebut berada sekitar 18 persen di atas perkiraan analis dan menjadi laju pertumbuhan paling tinggi sejak kuartal ketiga 2023.

Pencapaian itu membuka peluang bagi Tesla untuk kembali membukukan pertumbuhan pengiriman tahunan untuk pertama kalinya sejak 2023.

Seiring hasil tersebut, Morgan Stanley merevisi naik proyeksi pengiriman kendaraan Tesla. Perusahaan investasi itu kini memperkirakan Tesla mampu mengirimkan 1,67 juta unit kendaraan pada 2026 dan meningkat menjadi 1,86 juta unit pada 2027.

Bisnis otomotif masih menjadi tulang punggung

Walaupun Tesla semakin agresif mengembangkan teknologi AI, bisnis kendaraan listrik masih menjadi sumber pemasukan terbesar perusahaan.

Sekitar 70 persen pendapatan Tesla saat ini masih berasal dari sektor otomotif. Karena itu, kestabilan bisnis inti dinilai sangat penting untuk mendukung besarnya investasi perusahaan pada pengembangan infrastruktur AI.

Morgan Stanley memperkirakan laba disesuaikan Tesla pada kuartal kedua mencapai US$0,69 per saham, lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus sebesar US$0,49 per saham.

Sementara itu, margin kotor otomotif di luar kredit regulasi diproyeksikan berada di kisaran 18,1 persen, atau relatif sesuai dengan ekspektasi pasar.

Di sisi lain, Barclays memperkirakan laba disesuaikan sebesar US$0,55 per saham, juga berada di atas estimasi konsensus US$0,47 per saham.

Meski memperkirakan margin otomotif akan sedikit melemah dibandingkan kuartal sebelumnya akibat kenaikan biaya bahan baku dan tidak adanya keuntungan dari pos satu kali, Barclays menilai kondisi bisnis otomotif Tesla tetap berada pada level yang sehat.

AI dan Robotaxi tetap menjadi fokus investor

Meningkatnya performa bisnis kendaraan memberikan sejumlah keuntungan bagi Tesla. Selain menjadi sumber pertumbuhan tambahan, peningkatan penjualan juga dinilai dapat memperkuat minat konsumen terhadap teknologi Full Self-Driving sekaligus menyediakan dana bagi pengembangan Robotaxi, Optimus, serta proyek semikonduktor perusahaan.

Namun, perkembangan tersebut dinilai belum cukup untuk memicu kenaikan valuasi saham Tesla secara signifikan.

Morgan Stanley memperkirakan belanja modal Tesla pada 2026 mencapai US$26,8 miliar dengan potensi pembakaran arus kas bebas sekitar US$11,4 miliar. Kondisi itu membuat investor masih menunggu bukti bahwa investasi besar Tesla di bidang AI fisik mampu memberikan imbal hasil yang sepadan.

Ekspansi Robotaxi masih berlangsung bertahap

Menurut Barclays, layanan Robotaxi Tesla hingga kini masih beroperasi dalam skala terbatas.

Perusahaan tersebut memperkirakan Tesla mengoperasikan sekitar 30 hingga 50 kendaraan di Austin, sementara armada yang lebih kecil telah hadir di Dallas, Houston, dan Miami. Sebagian besar perjalanan juga masih menggunakan pemantau keselamatan.

Sementara itu, Morgan Stanley memperkirakan jumlah armada Robotaxi yang diawasi maupun tanpa pengawasan dapat mencapai 1.500 kendaraan pada akhir tahun.

Ekspansi layanan tersebut diperkirakan akan menjangkau sejumlah kota lain, termasuk Phoenix, Orlando, Tampa, dan Las Vegas.

Target harga saham tetap dipertahankan

Baik Morgan Stanley maupun Barclays masih mempertahankan rekomendasi Equal Weight terhadap saham Tesla.

Morgan Stanley sedikit menaikkan target harga saham menjadi US$417 dari sebelumnya US$415. Dari nilai tersebut, hanya sekitar US$47 yang dikaitkan dengan kontribusi bisnis otomotif.

Sementara itu, Barclays meningkatkan target harga menjadi US$370 dari sebelumnya US$360, meski angka tersebut masih berada di bawah harga saham Tesla saat laporan analis tersebut diterbitkan.

teslatoto

Ketik kata kunci lalu Enter

close