Gfz7GUM9Tpr6BUdoTSr6TUr8BY==

Petani Melon Pantura Lamongan Optimistis, Panen Serentak Berpotensi Jadi Wisata Baru

Petani Melon Pantura Lamongan Optimistis, Panen Serentak Berpotensi Jadi Wisata Baru
Petani Melon Pantura Lamongan Optimistis, Panen Serentak Berpotensi Jadi Wisata Baru

LAMONGANTERKINI.ID — Budidaya melon semakin menarik perhatian petani di wilayah Pantura Kabupaten Lamongan. Selain dinilai lebih mudah dirawat, tanaman ini juga dianggap memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan karena minim serangan hama.

Salah seorang petani melon asal Lamongan, Mat Iskan, mengungkapkan bahwa semakin banyak petani di Kecamatan Paciran dan Brondong yang mulai beralih menanam melon. Menurutnya, jika masa panen berlangsung bersamaan, kondisi tersebut berpotensi menghadirkan daya tarik baru di sektor wisata.

“Sekarang kalau panen bersamaan bisa jadi wisata baru,” kata Mat Iskan dikutip dari Radar Lamongan, Sabtu (4/7/2026).

Budidaya melon dinilai semakin menjanjikan

Mat Iskan menuturkan, hasil panen pada bulan lalu menunjukkan kualitas buah yang cukup baik. Melon dengan kualitas grade A mampu dijual hingga Rp22 ribu per kilogram.

Sementara itu, buah yang tidak memenuhi standar utama atau masuk kategori afkir tetap memiliki nilai jual, yakni sekitar Rp7 ribu per kilogram.

Melihat hasil tersebut, para petani kembali memulai masa tanam berikutnya. Kali ini, varietas yang dibudidayakan adalah melon jenis lavender.

Panen diperkirakan berlangsung pada awal September. Harapannya, hasil produksi nantinya dapat dipasarkan ke jaringan pasar modern sehingga memberikan keuntungan yang lebih besar.

“Kalau bisa menembus pasar modern untungnya lebih besar, jadi budidaya ini menjanjikan,” katanya.

Greenhouse bantu jaga kualitas tanaman

Menurut Mat Iskan, budidaya melon yang dilakukan dengan sistem greenhouse membuat tanaman tidak terlalu dipengaruhi perubahan cuaca.

Melalui metode tersebut, suhu di dalam area tanam dapat dikendalikan sehingga risiko munculnya penyakit pada tanaman juga lebih mudah diantisipasi.

Saat ini, Mat Iskan mengelola lahan greenhouse berukuran 22 x 25 meter yang ditanami sekitar 1.000 pohon melon.

Dari lahan tersebut, ia mampu menghasilkan sekitar 150 kilogram melon dalam satu kali panen. Dalam setahun, proses panen dapat dilakukan sebanyak empat kali sehingga budidaya melon dinilai memiliki prospek yang cukup menjanjikan bagi para petani di wilayah Pantura Lamongan.

Ketik kata kunci lalu Enter

close