![]() |
| Peluang Kerja Suster di Jepang Dibuka UNEJ, Gaji Capai Rp27 Juta per Bulan |
LAMONGANTERKINI.ID — Universitas Jember (UNEJ) terus memperluas akses karier internasional bagi mahasiswa dan alumninya.
Melalui Unit Pelaksana Akademik (UPA) Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, kampus tersebut mengadakan sosialisasi peluang kerja suster di Jepang untuk mahasiswa dan alumni Fakultas Keperawatan.
Kegiatan yang berlangsung secara daring pada Selasa, 28 April 2026 itu membahas kesempatan bekerja di Rumah Sakit Kokubunji Tokyo melalui kerja sama program JYC Indonesia.
Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UNEJ, Rokhani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar untuk memperkenalkan peluang karier global di sektor kesehatan kepada mahasiswa dan alumni.
Dalam pemaparannya, perwakilan PT Jellyfish Education Indonesia menjelaskan bahwa program JYC Indonesia hadir sebagai jembatan bagi tenaga keperawatan Indonesia yang ingin bekerja di Jepang. Program tersebut juga menyediakan pelatihan serta pendampingan sebelum peserta diberangkatkan.
Peserta sosialisasi turut diperkenalkan dengan Social Welfare Corporation Yokukou Japan, lembaga yang telah berdiri sejak 1937 dan mengelola berbagai layanan kesehatan di wilayah Kokubunji, Tokyo. Fasilitas yang dikelola meliputi rumah sakit, panti perawatan lansia atau nursing home, hingga layanan home care.
Jenis visa dan fasilitas program
Dalam kegiatan itu, narasumber memaparkan beberapa jenis visa kerja yang tersedia bagi calon tenaga kesehatan di Jepang. Di antaranya Visa Tokutei Ginou atau Specific Skilled Worker, Visa Gijinkoku untuk tenaga profesional, serta Visa Ginou Jisshuu yang diperuntukkan bagi peserta magang.
Masing-masing visa memiliki perbedaan dari sisi masa kerja, fasilitas, hingga kisaran penghasilan yang diterima pekerja.
Selain itu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai tahapan seleksi program. Proses tersebut dimulai dari pengumpulan dokumen, wawancara, hingga pelatihan bahasa Jepang dan keterampilan keperawatan sebelum keberangkatan ke Jepang.
Program JYC Indonesia juga menawarkan berbagai fasilitas menarik bagi peserta. Beberapa di antaranya yakni pelatihan bahasa Jepang gratis selama enam bulan, penyediaan asrama tanpa biaya selama masa pelatihan, hingga pembebasan biaya ujian JFT, SSW Jepang, dan SSW Indonesia.
Calon peserta pun tidak diwajibkan memiliki kemampuan bahasa Jepang saat mendaftar. Selain itu, tidak ada potongan gaji setelah peserta mulai bekerja di Jepang.
Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa estimasi pendapatan pekerja mencapai 252 ribu Yen per bulan atau sekitar Rp27 juta. Setelah dikurangi kebutuhan wajib, peserta diperkirakan masih dapat menabung sekitar Rp16,8 juta setiap bulan.
Narasumber juga memastikan bahwa pekerja muslimah diperbolehkan mengenakan hijab selama bekerja di Jepang. Selain itu, pekerja mendapatkan hak cuti tahunan selama 10 hari yang dapat digunakan untuk pulang ke Indonesia.
Kisah alumni UNEJ jadi inspirasi
Kegiatan sosialisasi semakin menarik dengan hadirnya cerita sukses alumni Fakultas Keperawatan UNEJ yang telah lebih dulu bekerja di Jepang melalui program tersebut.
Levi Nadya Nur Imama, lulusan S1 Keperawatan Universitas Jember tahun 2022, menjadi salah satu alumni yang berhasil meniti karier di Jepang. Ia diketahui telah bekerja di Rumah Sakit Kokubunji Tokyo sejak Januari 2024.
Kehadiran Levi memberikan gambaran nyata kepada peserta bahwa peluang bekerja di Jepang terbuka luas bagi lulusan keperawatan UNEJ.
Pada sesi akhir kegiatan, peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait persyaratan pendaftaran, proses pelatihan, hingga kehidupan sehari-hari di Jepang. Narasumber kemudian memberikan penjelasan rinci agar peserta lebih memahami program yang ditawarkan.
Bagi alumni yang tertarik mengikuti program ini, pendaftaran dibuka melalui email jyc.indonesia@gmail.com hingga 29 Mei 2026. Sementara proses wawancara dengan perusahaan Jepang dijadwalkan berlangsung pada 1–2 Juli 2026 di Bali.
Melalui kegiatan ini, Universitas Jember kembali menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional. Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi langkah nyata kampus dalam membuka peluang karier global bagi mahasiswa dan alumni Fakultas Keperawatan.


